jam

Senin, 13 Februari 2012

PELANGI SETELAH BADAI

Badai selalu saja mengerikan bagi kita semua. Membawa kerusakan setelahnya. Namun bukan hanya kerusakan. Kadang tertinggal sebuah pelangi manis di ujung sana yang akan mengembangkan senyum kecil bagi siapapun yang memandangnya.
Kalau Badai di ibaratkan masalah dan pelangi itu adalah hikmah yang terkandung didalamnya, maka betapa bersyukurnya kita sebagai manusia bila diberi masalah atau ujian kehidupan dari sang pencipta. Karena kita akan merasakan manisnya hidup setelah masalah itu kita taklukan.
Kemarin adik tercinta saya mendaftar di sebuah perusahaan kontraktor tambang terkemuka di Indonesia dimana saya juga bekerja di situ. pada tes Psikologi dia gagal. Betapa kecewanya Ibu saya saat itu. Dan dengan santai saya berusaha menenangkan beliau dengan mengatakan bahwa saya pun pernah mengalami banyak kegagalan dulu sebelum akhirnya saya menjadi Karyawan Tetap di perusahaan yang sekarang ini. Psikotes gagal, meningkat ke Interview yang gagal, meningkat lagi menjadi Medical Check Up yang gagal dan yang terakhir saya sukses melenggang ke pulau seberang.
Setelah semuanya berlalu, saya yakini bahwa inilah yang terbaik bagi saya dan kami sekeluarga. Andai saja saya diterima di Tes pertama, tentu tidak akan jadi seperti ini jadinya. Motor, laptop, tanah dan belajar kembali di universitas akan tetap menjadi mimpi buat saya. Betapa Tuhan mencintai hambaNya. Tidak memberi yang diinginkan tetapi memberi yang dibutuhkan oleh hambaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar