Ungkapan diatas memang sering kita dengar. Namun aplikasi dalam kehidupan begitu sulit kita lakukan. Yang saya rasakan akhir-akhir ini adalah antara karyawan dengan perusahaan. Karyawan menuntut hak, fasilitas lebih tepatnya. Misalnya saja tempat tinggal, makanan dan sebagainya. Sedangkan Perusahaan juga menuntut haknya, yaitu agar karyawan bekerja semaksimal mungkin.
Ada ungkapan yang pernah saya dengar bahwa Cintai Ia Seperti Ia Mencintai Anda. Berlaku juga untuk hal seperti ini. Mungkin tidak sepenuhnya benar, tapi setidaknya inilah yang kita yakini untuk saat ini. Ini seperti tarik menarik antara dua pihak. Entah siapa yang mau mengalah untuk tidak menuntut haknya dulu sebelum melakukan kewajibannya dengan baik.
Kita ambil contoh saja apabila perusahaan yang lebih dulu menjalankan kewajibanya untuk mensejahterakan karyawannya dengan "baik". Tentunya Karyawan akan bekerja lebih giat karena "kadar Cinta" karyawan terhadap perusahaan meningkat. Efeknya adalah maksimalnya kerja karyawan di perusahaan tersebut. Atau kita balik, dimana Karyawan yang mengalah dengan cara mereka bekerja secara maksimal. Pasti pihak perusahaan akan memberikan reward kepada karyawan. Hanya Perusahaan gila yang tidak melakukan hal itu.
Namun apabila kedua pihak sama-sama keras, dan egois untuk hanya mementingkan urusanya sendiri maka sama saja dengan ungkapan, "Api dilawan dengan api", dimana malah kebakaran besar akan tercipta karenanya.
jam
Sabtu, 26 November 2011
Jumat, 25 November 2011
Hidup adalah Bagaimana Membuatnya Menjadi Indah
Kenapa yang saya pajang adalah foto sebuah kamar? Ini kamar saya di bebuah Mes karyawan. Mengenai judul di ujung atas tadi, foto ini adalah aplikasinya. Lebih tepatnya adalah sebuah contoh kecil yang mungkin untuk sebagian orang adalah hal yang sepele. Namun semua berawal dari hal yang kecil kan?
Ini berarti "Jangan berharap orang lain membahagiakan Anda, tapi bahagiakan diri Anda sendiri sesuka Anda". Maksudnya adalah saya menata kamar sesuka saya agar istirahat yang sempurna bisa saya dapatkan. Mengharapkan oranglain membahagiakan anda sama saja seperti mengharapkan hujan di gurun pasir. Bukan tidak mungkin memang, tapi mungkin perbandingannya satu banding seribu. So, forget it...
Kuncinya adalah berpikiran positif kepada semuanya. Misalnya saja kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Itu bukan berarti Tuhan tidak mengijinkan kita untuk bahagia, tapi Ia memberi jalan terbaik untuk kita lewat jalan yang lain. Teruslah berusaha dan buat semuanya menjadi seperti apa yang kita inginkan. Tapi perlu diingat bahwa harus sesuai dengan aturan lho... Baik agama maupun aturan masyarakat dan pemerintah.
Pertama
Ini kali pertama saya menulis disini. Agak aneh pada awalnya. Namun sebenarnya saya hobi nulis juga jadi harus terbiasa menulis dengan media ini. Insya Allah ini bisa membawa manfaat. Minimal untuk saya sendiri daripada saya harus menulis di balik kertas time sheet (kertas untuk menulis apa saja yang saya lakukan di tempat kerja yang intinya adalah berapa jam kerja saya yang akan di uangkan nanti). Karena sudah banyak ide-ide saya terbuang percuma di kertas itu dan yah... Cuma jadi sampah tambang yang semoga nentinya akan menjadi fosil untuk anak susu kita nanti saat mereka meneliti tambang masa lalu... (mandan ra nyambung). Yang pasti g peduli mau dibaca orang atau nggak, saya bakal terus menulis (padahal mumpung ana sinyal kie nang umah). Kalau sudah tiba saatnya nanti saya balik ke mess, dimana sinyal bagai emas yang susahnya minta ampun dapetnya. Bismillah!!!!!
Langganan:
Komentar (Atom)

