Banyak banget pengalaman sing aku pengen bagi meng kowe kowe pada. kayane wis bertahun tahun aku ra posting di blog ini, meskipun aku ra ngerti ana sing mbaca apa ora. Pengalaman sing pas cuti meng Medan, Samosir dan Brastagi adalah sing paling emejing selama ini. Tapi cerita-cerita lain sing mengiringi kuwe sing bener-bener cerita. Karena sebenernya perjalanan lah yang membuat kita jadi dewasa, bukan tujuan akhir. Ya walaupun memang yang kita kejar adalah tujuan akhir yaaa...
Dengan sedikit Nekad, aku berencana melancong ke Sumatra Utara. Entah dapet ilham darimana tapi tiba-tiba aku ngebet gila pengen liat yang namanya Danau Toba yang katanya adalah Danau Terbesar di Indonesia. ya secara rumahku ada di Gang Samosir, sebenernya info mengenai tempat ini sudah tidak asing lagi bagiku. Karena aku termasuk wong sing KEPO (Knowing Every Particular Object), sejak kecil aku dah tau bahwa Samosir adalah Pulau yang ada di tengah Danau Toba. Ya aneh lah buat anak kecil bahwa ada pulau ditengah Danau. yang akhirnya nanti setelah aku meng nganah ya ada rasa kecewa karena Status dari Si Samosir ini.
Dan kalian pasti sudah pernah mendengar kan kalau Pulau samosir ini dulu terjadi karena ada Legenda Danau Toba. Bang Toba yang lagi macing tiba-tiba mancing ikan yang bisa jadi orang terus kemudian dinikahin dan punya amak yang namanya Dhek Samosir. karena satu dan lain hal, si Samosir jadi Pulau yang ada di tengah Danau Bapaknya (Toba). Anak kecil ya percaya aja. Apalagi karena memang ada nilai moral yang terkandung didalamnya. Kita harus nurut ma orang tua kita.
mau gue lanjutin tapi kantuk menyerang kiye...